Situs Megalitikum Sokoliman

Berwisata menjelajah alam memang asyik, namun semakin asyik bila dibarengi dengan menengok kembali sejarah pada masa lampau dan mencari kebenarannya. Itulah yang kami lakukan selepas menikmati wisata alam dan tantangan pada cave tubbing Goa Pindul. Sebuah situs penampungan batuan zaman prasejarah bernama Situs Penampungan Sokoliman menjadi pilihan untuk dikunjungi karena lokasinya cukup dekat dari kawasan wisata Goa Pindul.

Situs Penampungan Sokoliman (Situs Megalitikum Sokoliman) terletak di dusun Sokoliman, desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul. Merupakan salah satu situs yang digunakan untuk menampung peninggalan pada zaman Megalitikum dan Neolitikum di daerah Gunungkidul.

Peti Kubur Batu

Lokasi Situs Penampungan Sokoliman ini cukup mudah ditempuh dan telah terdapat papan petunjuk jalan yang jelas meskipun hanya berukuran kecil. Beberapa titik jalan menuju lokasi masih rusak dan belum diperbaiki. Kami sempat bersabar mengendalikan sepeda motor melewati jalanan rusak bercampur jalan berbatu. Sebelum tiba di Situs Sokoliman, kami melewati hulu Sungai Oyo yang mirip seperti selokan dan belum seluas Sungai Oyo yang kami liat di Rest Area Bunder.

Tiba di Situs Penampungan Sokoliman, suasana tampak sepi dan tidak terlihat seorang pun penjaga. Sebagai kawasan cagar budaya dan bukan merupakan obyek wisata, Situs Penampungan Sokoliman sepi dari aktivitas kunjungan wisatawan. Kompleks Situs Penampungan Sokoliman ini dikelilingi oleh pagar kawat berduri yang tinggi untuk melindungi benda-benda purbakala yang ada di dalamnya. Beruntung pintu masuk kawasan situs tidak terkunci sehingga kami bisa masuk ke dalam area situs. Kondisi Situs Penampungan Sokoliman cukup terawat dengan baik dan penataan memudahkan kami ini untuk berkeliling situs megalitikum ini.

Penggalian peninggalan zaman Megalitikum di Sokoliman dimulai oleh arkeolog Belanda bernama JL Moens yang melakukan riset pada tahun 1934 dan dilanjutkan oleh van Der Hoop pada tahun selanjutnya. Selanjutnya BP3 Yogyakarta melakukan inventarisasi, pendataan, dan penelitian pada tahun 1980 hingga sekarang.

Sekumpulan Batu Berbentuk Lonjong

Sebelum berkeliling Situs Penampungan Sokoliman, kami membaca informasi yang terpampang di papan informasi. Di papan informasi disebutkan bahwa Situs Penampungan Sokoliman menampung penemuan benda-benda peninggalan zaman Megalitikum di sekitar kecamatan Karangmojo dan beberapa kecamatan yang ada didekatnya. Beberapa diantaranya benar-benar ditemukan di area Situs Sokoliman ini.

Koleksi batuan Zaman Megalitikum di Situ Penampungan Sokoliman diantaranya peti kubur baru, tiang batu, menhir, arca batu besar, dan punden berundak. Sekitar lima peti kubur batu ditata berjajar dengan beberapa bagian masih utuh dan sedikit tertanam di dalam tanah. Beberapa menhir dan batuan lonjong (tiang batu) ditata secara berjajar. Arca batu besar dan punden berundak diletakkan di sudut lokasi. Cukup disayangkan tidak ada papan keterangan pada masing-masing batu mengenai nama, fungsi, dan asal usul lokasi ditemukannya. Kami hanya mengetahui kode-kode berwarna putih yang digoreskan pada batuan tersebut. Sepertinya penulisan kode tersebut sengaja dilakukan BP3 untuk pendataan, penelitian, dan pengarsipan benda-benda purbakala.

Diperkirakan batuan yang disimpan di Situs Sokoliman berumur 2000 tahun lebih atau sebelum masehi.

Peti Kubur Bati Yang Lain

Banyaknya jumlah peti kubur batu dan batuan-batuan yang diperkirakan pada zaman Megalitikum menunjukkan bahwa manusia telah lama ada di kawasan Gunungkidul. Keberadaan peti kubur batu, menhir, batuan-batuan berbentuk lonjong dan persegi merupakan bukti peninggalan zaman Megalitikum yang usianya jauh lebih tua daripada zaman kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Beberapa pernyataan yang menjelaskan bahwa asal mula penduduk Gunungkidul dari pelarian pada zaman Majapahit sepertinya perlu dikaji lebih lanjut. Karena belum ada titip temu antara budaya kuno Zaman Megalitikum yang ditemukan di Gunungkidul dengan budaya yang ditemukan pada zaman kerajaan Majapahit.

Selain memiliki koleksi batuan yang diduga berasal dari Zaman Megalitikum dan Neolitik, Situs Penampungan Sokoliman juga memiliki beberapa sumur tua yang dikeramatkan. Konon sumur tua tersebut telah ada sebelum adanya pemukiman penduduk di sekitar Sokoliman. Beberapa arkeolog yang meneliti sumur tersebut menyebutkan bahwa sumur tua tersebut merupakan bagian dari peradaban dari Zaman Megalitikum. Hal ini dibuktikan dengan beberapa temuan dalam sumur dan kemudian diamankan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta.

Beragam temuan situs prasejarah di dekat aliran Sungai Oyo menunjukkan bahwa pemukiman kuno sudah hadir disepanjang aliran sungai Oyo pada zaman Megalitikum. Situs-situs purbakala seperti Gondang, Sokoliman, Gunungbang, Kajar, Wonobuda, Bleberan, Goa Rancang Kencono dan masih banyak lagi dimana letaknya tidak jauh dari aliran sungai Oyo. Sungai Oyo merupakan sungai terpanjang yang berhulu dari kecamatan Semin kabupaten Gunungkidul dan bermuara hingga pantai selatan di Kabupaten Bantul. Tidak heran jika saat ini sedang dilakukan penelitian mengenai Kebudayaan purba Sungai Oyo.

Keberadaan peradaban manusia di aliran sungai besar merupakan salah satu ciri manusia purba pada saat memasuki zaman menetap dan bercocok tanam. Mereka membutuhkan air untuk hidup dan bercocok tanam secara sederhana. Peradaban manusia dan peninggalan purbakala di sekitar Sungai Oyo ini mengingatkan peradaban prasejarah Indonesia yang ditemukan di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo dimana banyak temuan peralatan dari batu (artefak) dan kerangka manusia purba. (text/foto: annosmile)

Sumber : https://teamtouring.net/situs-penampungan-sokoliman-gunungkidul.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s